oleh

Tokoh Hizbullah Dihukum Atas Pembunuhan Terhadap Mantan Perdana Menteri Lebanon

JakartaInframe.com – Pengadilan Khusus yang didukung PBB untuk Lebanon (STL) menghukum tokoh Hizbullah Salim Ayache dengan hukuman seumur hidup atas pembunuhan terhadap mantan Perdana Menteri Rafik Hariri dan 21 orang lainnya pada tahun 2005.

“Operasi Hizbullah memiliki “peran sentral” sebagai bagian dari tim pembunuhan yang merupakan “integral dari pembunuhan”, kata pengadilan, dilansir dari Aljazeera, Sabtu (12/12).

Pembunuhan Hariri tahun 2005 dalam ledakan bom mobil besar-besaran yang mengguncang Lebanon menyebabkan protes besar dan tekanan internasional.

Hal itu juga mengakibatkan penarikan pasukan Suriah dari negara itu, 30 tahun setelah mereka masuk selama perang sipil Lebanon.

Hariri telah bekerja untuk mengurangi pengaruh Suriah dalam politik Lebanon pada saat pembunuhannya bertepatan dengan Hari Valentine.

Hizbullah adalah sekutu terdekat Suriah di Lebanon.

Ayache divonis bersalah atas persekongkolan melakukan aksi teroris, melakukan aksi teroris dengan alat peledak dan pembunuhan yang disengaja terhadap Hariri dengan premeditasi dengan menggunakan bahan peledak.

Selain itu, ia juga didakwa melakukan pembunuhan disengaja terhadap 21 orang dan percobaan pembunuhan yang disengaja terhadap 226 orang.

Ayache tidak pernah ditangkap dan dianggap berada di bawah perlindungan pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah.

STL mengeluarkan surat perintah penangkapan Ayache pada tahun 2011.

“Mereka yang melindunginya dari keadilan harus menyerahkan dia ke pengadilan khusus,” kata Hakim Kamar Pengadilan David Re dalam pidato penutupnya.

STL meminta Lebanon untuk memberi kompensasi kepada para penyintas dan keluarga korban pembunuhan.

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri, yang merupakan putra Rafik belum mengomentari putusan itu beberapa jam setelah diumumkan.

Saad Hariri telah berpartisipasi dalam tiga pemerintahan koalisi dengan Hizbullah di masa lalu dan saat ini sedang berusaha untuk membentuk pemerintahan keempatnya, yang akan mencakup menteri yang dipilih oleh partai tersebut.

Komentar

News Feed