oleh

Setelah Benih Lobster, KKP Terganjal Masalah ABK yang Belum Selesai

JakartaInframe.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK beberapa waktu lalu terkait korupsi ekspor benih lobster.

Menurut Harry Amiruddin, Ketua Umum Yayasan Nderek Jokowi Indonesia sudah lama ada indikasi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimimpin Edhy Prabowo.

Salah satu contoh, pada 2019 lalu Harry telah melaporkan kepada KKP penganiayaan ataupun kecelakaan oleh warga Indonesia yang bernama Alhamdario, hingga yang bersangkutan meninggal dunia.

Seperti diketahui Rio sendiri adalah ABK dari Kapal Nelayan PT. Anugerah II dengan pemilik Adiguna.

Foto: Harry Amiruddin (kanan kedua) bersama Menteri KKP Edhy Prabowo pada 2019 lalu di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (Dok. Harry Amiruddin) 

“Sampai sekarang sudah diadukan ke KKP, namun tidak ada proses yang jelas dan pemanggilan paksa terhadap pemilik kapal. Keluarga korban hanya diimingi-imingi saja,” ujar Harry di Kantor Yayasan Nderek Jokowi Indonesia, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Jum’at (4/12).

Masih kata Harry, jika tidak ada pemanggilan paksa kepada pemilik kapal maka pihaknya merasa ada sesuatu yang janggal di KKP.

“Kami curiga ada setoran yang masuk. Pemilik kapal belum datang menemui kami sebagai kuasa hukum dan kuasa pendamping Alhamdario,” tegasnya.

Harry memohon kepada KKP jangan permainkan warga indonesia yang telah menjadi korban, dengan iming-iming semuanya akan bisa selesai.

“Seperti omongan Menteri KKP (Edhy Prabowo) di Muara Angke dan di Kantor KKP masalah ananda Rio bisa terselesaikan. Nyatanya sampai sekarang tidak ada penyelesaian mengenai ABK tersebut,” terang Harry.

Komentar

News Feed