oleh

Pengaruh HOTS dan LOTS Terhadap Pola Pikir Pekerja

Oleh: Aziz Fahmi Alfian (Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia)

 

JakartaInframe.com – Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi yang mampu mentransfer, memproses dan menerapkan informasi, serta menggunakan informasi untuk memecahkan masalah atau menelaah ide atau informasi secara ktitis.

Sehingga mereka yang memiliki kemampuan berpikir HOTS akan dapat menganalisa, mengevaluasi, dan mampu menciptakan suatu hal atau inovasi.

Di dalam dunia pekerjaan saat ini, pola berpikir HOTS akan mampu mengatasi masalah-masalah yang ada di perusahaan.

Pola berpikir HOTS akan dapat memilih dan membuat keputusan, menyelesaikan masalah, merencanakan dan membuat strategi, menganalisis atas sebuah masalah dan dapat memberi solusi.

Berkaitan dengan bidang pekerjaan, sebuah perusahaan harus mampu menempatkan karyawan-karyawanya terhadap kemampuan berpikir mereka baik itu yang memiliki pola pikir HOTS ataupun Lower Order Thinking Skills (LOTS).

Sementara HOTS merupakan konsep reformasi pendidikan yang dimulai pada awal abad ke-21.

Tujuannya untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Pada era ini, sumber daya manusia tidak hanya menjadi pekerja yang mengikuti perintah saja, tetapi memiliki keterampilan abad ke-21, yakni manusia yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik (communication), kemampuan berkolaborasi (collaboration), berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah (critical thinking and problem solving) dan kreatif, serta mampu beriovasi (creativity and innovation) atau dikenal dengan 4C.

Terdapat sebuah konsep pendidikan baru yang didasarkan pada Taksonomi Bloom, disebut HOTS and LOTS.

Dijelaskan bahwa pada konsep Taksonomi Bloom ini terdapat urutan terhadap tingkat kemampuan berpikir manusia meliputi: Remembering (LOTS), Understanding (LOTS), Applying (LOTS), Analyzing (HOTS), Evaluating (HOTS) and Creating (HOTS).

Apakah perbedaan antara satu tingkatan ke tingkatan lainnya. Mari kita ambil contoh yang sederhana, yakni membuang sampah di tempatnya. Ini merupakan contoh positif dan bagian dari pendidikan karakter, tetapi tindakan manusia satu dan yang lainnya akan berbeda, tergantung pada kemampuan berpikirnya.

Pada tingkat kemampuan menghafal, seseorang belum mengenal konsep membuang sampah di tempat sampah dan konsep tersebut akan dipelajari dengan cara menghapal.

Kondisi ini kerap kita jumpai pada anak-anak kecil yang belum mengenal konsep membuang sampah di tempatnya.

Lalu apakah keterkaitan pola berpikir HOTS dan LOTS setiap orang dalam pekerjaannya?

LOTS merupakan keterampilam berpikir tingkat rendah yang biasanya hanya memerlukan kemampuan mengingat memahami, dan mengaplikasikan.

Dalam hal ini, biasanya yang mengalami pola berpikir LOTS dalam dunia pekerjaan adalah mereka yang berada pada level bawah di tempat perusahaan mereka bekerja.

Namun, mereka yang kemampuan berpikir LOTS tidak menjadi hambatan didalam dunia pekerjaan. Hal ini di karenakan pola berpikir LOTS akan selalu menjadi pembantu para pekerja dengan kemampuan berpikir HOTS dalam dunia industry 4.0 saat ini.

Komentar

News Feed