oleh

Jawaban Kemenhub Soal Antrean Padat di Bandara Soetta

JakartaInframe.com – Pada Kamis (14/5) lalu ratusan calon penumpang berdesakan memadati area Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta Tangerang tanpa memperhatikan jarak aman.

Bertumpuknya calon penumpang dikarenakan proses verifikasi atau pemeriksaan dokumen untuk bisa menggunakan transportasi udara itu.

“Antrean di posko verifikasi dokumen terjadi mulai pukul 04.00 WIB, di mana calon penumpang memiliki tiket pesawat untuk penerbangan antara pukul 06.00 – 08.00 WIB,” ucap Senior Manager Branch Communications and Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga dalam keterangannya.

Seperti diketahui, lanjutnya, pada masa pengecualian dalam pembatasan penerbangan ini, calon penumpang harus verifikasi kelengkapan dokumen sebagai syarat untuk bisa memproses check in.

“Verifikasi dokumen dilakukan oleh personel gabungan dari sejumlah instansi yang masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada di posko pemeriksaan,” jelas Febri.

Bandara Soetta sendiri mulai dipadati warga setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merestui kembali beroperasinya seluruh moda transportasi sejak 7 Mei 2027 melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dan berlakunya Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Surat Edaran berisi tentang teknis Permenhub tersebut dan dalam operasionalnya diharuskan untuk melayani pengguna terkait urusan pekerjaan, bukan mudik.

Para penumpang harus membawa dokumen yang diverifikasi sebagai syarat agar calon penumpang dapat memproses check in, antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat bebas Covid-19, dan dokumen lainnya seperti tertera dalam SE Nomor 4 Tahun 2020.

Sementara, juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menuturkan, penumpukan penumpang di Bandara Soetta pada Kamis 14 Mei 2020 karena jadwal penerbangan yang berdekatan. Jumlah penumpang secara harian, kata dia, sudah menurun drastis.

“Jadi bukan masalah pengecualian yang diberikan tapi lebih kepada jadwal penerbangan yang mesti dibuat lebih berjarak waktu, dan pengaturan antrean penumpang saat pemeriksaan dokumen persyaratan dan untuk itu akan ditambah petugas yang diturunkan di lapangan,” kata dia, dikutip dari Liputan6.com, Jumat (15/5).

Adita mengatakan, Kemenhub pasti mengevaluasi setiap kebijakan yang dikeluarkan. Evaluasi dilakukan bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 secara berkala.

“Untuk saat ini kita fokus pada proses implementasi di lapangan sehingga protokol kesehatan dapat terus dijaga,” kata Adita.

 

 

Komentar

News Feed