oleh

Jakarta Kembali PSBB Masa Transisi, Begini Aturannya!

JakartaInframe.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Anies Baswedan, Minggu (11/10).

Kebijakan tersebut mulai berlaku Senin, 12 Oktober hingga 25 Oktober 2020. Adapun alasan dilonggarkannya pengetatan PSBB adalah karena adanya perlambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski ada peningkatan penularan.

“Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap,” ujar Anies dalam keterangan persnya, Minggu (11/10).

Dengan demikian, sejumlah sektor yang sebelumnya diberlakukan aturan yang ketat kini perlahan kembali bisa beroperasi namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam draf pengaturan PSBB Transisi, mulai besok, restoran, rumah makan dan cafe diperbolehkan melakukan pelayanan makan di tempat dengan ketentuan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Layanan makan di tempat diperbolehkan pukul 06.00 hingga 21.00. Sedangkan, take away jam operasionalnya selama 24 jam penuh.

Hanya saja, kapasitas tempat makan maksimal berisi 50% pengunjung, jarak antar meja dan kursi 1,5 meter, hingga pelayanan memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Kemudian 11 sektor yang dibolehkan beroperasi selama PSBB masa transisi diwajibkan mendata setiap pengunjung dan karyawan.

“Seperti disebutkan di awal bahwa sejumlah sektor telah diizinkan beroperasi kembali (rincian sektor akan diumumkan lebih lanjut). Kebijakan baru yang diterapkan dalam PSBB Masa Transisi saat ini adalah pendataan pengunjung dan karyawan dalam sektor yang dibuka,” tulis informasi tersebut.

Untuk sekolah, Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati mengatakan, Pemprov masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online.

Sementara, peraturan ganjil-genap masih belum diberlakukan dalam PSBB masa transisi ini.

“Hasil koordinasi dengan kadishub, besok (ganjil-genap) masih ditiadakan. Belum tahu (sampai kapan) nanti kita lihat perkembangannya,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo ketika dihubungi, Minggu (11/10).

 

 

Komentar

News Feed