oleh

Habib Ali: Tindak Tegas Provokasi, Propaganda Lewat Media Sosial

JakartaInframe.com – Inisiator Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menyampaikan pesan agar Kapolri lebih bertindak tegas dalam menangani kelompok intoleransi keberagaman dalam 100 hari kerja lembaga kepolisian yang saat ini dipimpin oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP).

“Seharusnya tegas dan semangat serta keyakinan yang lebih dalam bertindak kepada kelompok intoleran,” kata Habib Ali, saat ditemui, di Jakarta, Senin (24/05).

Karena, kata Habib, banyak sekali kaum ulama yang maasih menggunakan simbol seperti pakaian jubah seolah pemuka agama.

“Walau pakaiannya pemuka agama, jika salah,lakukan propaganda, ya ditangkap,” kata pria yang berasal dari daerah Jawa Timur ini.

Habib Ali menilai, sikap Polri belum menunjukkan sebuah tindakan yang tegas.

“Jadi, terkesan melindungi kelompok intoleran atau terkesan penuh dengan ke hati-hatian dan tebang pilih,” tegasnya.

Walaupun begitu, menurut Habib Ali, lembaga Polisi sebagai pengayom masyarakat membutuhkan peningkatan kerja di era digital ini.

“Karena masyarakat punya harapan besar terhadap lembaga Kepolisian, sama siapa lagi berlindung?,” tanya dia heran.

Habib juga menyinggung, persoalan pendirian rumah ibadah dengan SKB (Surat Kesepakatan Bersama) dua menteri banyak menuai pro kontra di lapisan masyarakat.

“Cuma di pulau Jawa saja yang kondisinya seperti itu, kebanyakan intoleransi, situasi dan kondisinya seperti itu,” katanya.

Namun, Habib juga mengapresiasi lembaga kepolisian yang saat ini sigap dan tanggap dalam menyikapi persoalan pembunuhan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Mereka (Kepolisian) langsung bergerak dan menindak pelakunya dengan cepat,” pungkasnya.

Komentar

News Feed