oleh

Ferdinand Hutahaean Minta Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan di TPU Cikadut Bandung

JakartaInframe.com – Adanya informasi dari masyarakat yang mengaku dimintai sejumlah uang oleh petugas makam di Cikadut, Bandung, Jawa Barat pada saat pemakaman keluarganya yang harus mengikuti prosedur Covid-19 adalah perbuatan pidana.

Menurut Ferdinand Hutahaean, Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat semua biaya terkait Covid-19 ditanggung pemerintah hingga pemakaman.

Pengakuan keluarga mereka diminta uang biaya pemakaman dengan alasan non muslim tidak ditanggung biaya pemakamannya.

“Ini kejahatan pemerasan bahkan termasuk kejahatan kemanusiaan melanggar aturan Presiden terkait Covid-19,” ungkap Ferdinand Hutahaean dalam keterangan tertulis, Minggu (11/7/2021).

Ferdinand mendesak agar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga selaku kepala satuan tugas (Kasatgas) Covid-19 Jawa Barat, tidak lagi menunggu lama, untuk segera menangkap dan memproses secara hukum para pelaku pemalakan atau pemerasan atau pungutan liar apalagi berbau diskriminasi SARA seperti ini.

“Para pelaku harus dihukum berat, mereka menari diatas derita orang,” tegas pria yang juga aktivis politik ini.

Ferdinand berharap agar polisi tak perlu menunggu laporan dari korban. Masalah ini sudah ramai menjadi perbincangan dijagad media sosial, maka itu polisi bisa bertindak segera.

“Lokasi jelas, korban jelas, pelaku jelas, maka penyidik akan mudah menindaklanjuti kasus ini. Sekali lagi saya berharap, agar polisi segera menangkap para pelaku. Ini pidana pemerasan,” pungkas Ferdinand.

Komentar

News Feed