oleh

Ferdinand Hutahaean Menilai Ajakan “Long March” Menuju Istana Adalah Provokasi Politik

JakartaInframe.com – Seharian kita banyak melihat bertebaran seruan aksi dengan judul Jokowi End Game. Seruan tersebut tidak jelas siapa dalang dibelakangnya dan siapa sponsor yang membiayai kegiatan aksi kegaduhan tersebut.

Demikian disampaikan Ferdinand Hutahaean, Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat, dalam keterangan tertulis, Jum’at (23/7).

Menurut Ferdinand, aksi yang dirancang dengan ajakan “long march” menuju Istana itu jelas adalah sebuah provokasi politik tak berdasar yang hanya ingin membuat kegaduhan, kekacauan bahkan keributan serta chaos agar bangsa ini semakin sulit keluar dari masalah.

“Saya menduga orang-orang dibalik gerakan ini adalah pihak-pihak politisi busuk yang sesungguhnya taka ingin bangsa ini keluar dari masalah. Mereka ingin bangsa ini semakin kacau dengan kegaduhan ditengah masyarakat dengan harapan Jokowi bisa diturunkan. Mereka kelompok politisi busuk anti Pancasila, itulah dibalik gerakan ini,” tegas Ferdinand.

Dia menghimbau masyarakat agar tidak ikut-ikutan ajakan aksi tersebut. Itu ajakan aksi yang menjebak. Aksi itu adalah aksi yang dirancang membuat kerusuhan dan kegaduhan dengan memperalat demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat.

“Ini situasi PPKM yang seharusnya semua menahan diri tidak membuat kerumunan agar pengendalian Covid-19 ini bisa segera terwujud. Tapi tampaknya mereka memang sengaja ingin terus membuat positif Covid-19 terus tinggi agar pemerintah kesulitan menangani korban terpapar. Ini jahat sekali para politisi busuk ini mengirbankan rakyat demi nafsunya menyerang pemerintah,” jelas Ferdinand.

Ferdinand mengajak seluruh rakyat untuk mendukung Polri mengusut dalang aksi-aksi ini karena jelas melanggar aturan PPKM. Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena akan menebar penyakit dan masalah.

“Mereka memprovokasi untuk bikin gaduh. Semua bisa melihat saat ini bagaimana Presiden dengan jajarannya, Kapolri, Panglima TNI, KaBIN bekerja mati-matian, tapi para politisi busuk sibuk memprovokasi kegaduhan. Lawan…!!,” tutup Ferdinand.

Komentar

News Feed