oleh

Ferdinand Hutahaean Menegaskan Kepada Kelompok yang Membentuk Politisasi Penderitaan Rakyat

JakartaInframe.com – PPKM Darurat akan berakhir 2 (dua) hari kedepan yaitu tanggal 20 Juli 2021. Tentu Pemerintah saat ini sedang atau bahkan sudah memikirkan langkah berikut pasca PPKM Darurat, apakah akan diperpanjang dengan pola yang sama, diperpanjang dengan konsep yang berbeda atau bahkan dihentikan dan mengganti kebijakan.

“Pemerintah pasti mendengar seluruh masukan para ahli, mendengar masukan rakyat dan mendengar keluh kesah semua pihak yang memang merasakan dampak sosial ekonomi penanggulangan wabah ini,” ungkap Ferdinand Hutahaean, Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat, dalam keterangan tertulis, Senin (19/7/2021).

Jadi, menurut Ferdinand, jangan ada pihak yang berpikir bahwa pemerintah tidak memikirkan nasib warganya dan tidak peduli dengan keadaan rakyatnya.

“Itu omong kosong dan bentuk politisasi penderitaan rakyat oleh kelompok tertentu yang menginginkan suasana semakin kacau sehingga terjadi chaos dan kemudian menyerang pemerintah dengan memperalat masyarakat yang sedang terbebani,” tegas dia.

“Ini watak-watak politisi jahat yang tak punya empati sama sekali sebagai warga negara bangsa Indonesia,” sambung Ferdinand.

Ferdinand percaya bahwa keputusan pemerintah yang akan diumumkan terkait PPKM besok atau lusa pastilah sudah berdasar kajian dan analisis. Pasti merupakan kebijakan yang terbaik untuk kita semua.

“Saya juga percaya bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi dan memperbaiki konsep PPKM agar semua bisa berjalan dan bangsa kita tidak semakin terbeban. Penularan Covid-19 ditekan, angka positif Covid-19 menurun, angka kesembuhan naik, ekonomi rakyat juga berjalan meski tidak 100% seperti sedia kala tapi yakin pasti akan ada jalan baru yang lebih baik,” jelas dia.

Maka itu, lanjut dia, sebagai rakyat lebih baik memberikan kepercayaan kepada kebijakan pemerintah yang tentu memikirkan rakyatnya dan memberikan bantuan dalam berbagai macam bentuk daripada percaya kepada provokator yang justru tak pernah membantu. Tapi, hanya memanasi situasi dan malah mengorbankan rakyat untuk kepentingan politiknya. Ini harus diwaspadai.

“Sekali lagi saya mengajak semua agar tidak mempolitisasi penderitaan rakyat dan tidak mencari keuntungan politik dari masalah. Itu terlalu brutal dan terlalu jahat sebagai anak bangsa,” tegas Ferdinand lagi.

Sekarang, kata dia, saatnya bersama-sama menanggulangi masalah ini, jangan memperkeruh suasana karena rakyat butuh dibantu bukan diprovokasi untuk marah.

“Kepada politisi-politisi jahat, berhentilah, sekali lagi berhentilah jadi setan beraga manusia. Bantu rakyat secara nyata bukan jadi provokator yang bikin kericuhan,” tutup Ferdinand.

Komentar

News Feed