oleh

Cara Bayar Pajak Kendaraan Online di Tengah Pandemi Covid-19!

JakartaInframe.com – Pada masa pandemi Covid-19 ini banyak kekhawatiran dari masyarakat menjalani aktivitas di luar rumah. Hal itu berdampak pada jumlah pemilik kendaraan yang menunggak pajak karena takut untuk pergi ke Samsat untuk membayar pajak.

Diketahui dari Humas Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Herlina Ayu, untuk kendaraan jenis motor saja ada sebanyak 5.145.180 unit yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Lalu ada kendaraan jenis minibus, microbus, dan bus dengan jumlah 514.438 unit. Urutan ketiga pemilik mobil sedan dan sejenisnya yang mencapai 203.906 unit.

Warga sebagai wajib pajak sangat dimudahkan untuk membayar pajak kendaraan tahunan. Sebab, saat ini sudah bisa dilakukan melalui aplikasi Samsat Online Nasional (Samolnas). Artinya, tidak perlu lagi ke Samsat.

“Solusi mudah melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor, tanpa antre dengan menggunakan aplikasi Samsat online yang tersedia di Play Store,” ungkap Herlina di Jakarta, Rabu (5/8).

Tetapi, lanjutnya, pembayaran yang bisa dilakukan secara daring ini hanya untuk pajak tahunan berjalan.

“Tidak memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor, serta apabila memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor di bawah satu tahun,” ujarnya.

Dia pun membeberkan cara membayar PKB melalui online. Pertama, lakukan pendaftaran identitas kendaraan yang sesuai data identitas asli.

Kedua, mengisi data kendaraan yang terdiri dari NRKB/Nomor Polisi, NIK (Nomor KTP), lima digit angka terakhir dan kontak (nomor ponsel).

Ketiga, setelah mendapatkan kode bayar pajak, segera lakukan pembayaran pajak melalui ATM/E-banking (kode bayar hanya berlaku selama dua jam).

Keempat, tanda bukti pembayaran dan pengesahan STNK akan dikirim ke alamat sesuai dengan yang tercantum di STNK. Kelima, masa pengesahan STNK ini akan berlaku selama 30 hari setelah pembayaran dilakukan.

Herlina mengungkapkan sampai pertengahan 2020, banyak kendaraan bermotor yang berseliweran di jalanan Jakarta berstatus penunggak pajak.

“Belum sampai 50 persen jumlah wajib pajak yang menjalankan kewajibannya, karena secara total dari data kami ada 10,5 juta kendaraan bermotor yang ada di Jakarta,” katanya.

Total nominal utang PKB dari lebih 6 juta kendaraan tersebut, Herliana menjelaskan, belum bisa dihitung karena objek pajak belum dilakukan penetapan nominal piutangnya di Samsat.

Sedangkan untuk jenis kendaraan bervariasi. Mulai dari mobil segala merek dan jenis, dum truk, truk tangki, kendaraan bermotor roda tiga, sepeda motor, kendaraan umum seperti mikrolet, hingga kendaraan-kendaraan alat berat.

Komentar

News Feed