
Komisi X DPR menegaskan bahwa kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 harus menjadi pelajaran berharga bagi sepakbola Indonesia. Menurut mereka, evaluasi menyeluruh — mulai dari strategi, pelatih, hingga pemain — wajib dilakukan agar penampilan ke depan lebih baik.
Baca Juga : Honda CL250 E-Clutch Resmi Rilis, Harga Mulai Rp79 Jutaan
Pencapaian Tetap Ada, Tapi Jangan Terbuai
Meskipun Indonesia belum berhasil lolos ke Piala Dunia, mencapai babak keempat kualifikasi dianggap sebagai prestasi penting. Namun demikian, DPR mengingatkan bahwa prestasi ini tidak boleh melunturkan rasa urgensi untuk memperbaiki kekurangan.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegagalan. Dia juga menyebut kegagalan ini sebagai momentum introspeksi.
Aspek yang Harus Dievaluasi
Menurut DPR, evaluasi harus mencakup beberapa aspek:
- Strategi tim nasional, agar lebih adaptif terhadap lawan-lawan kuat
- Pemilihan pemain, baik dari segi skill maupun mental bertanding
- Kinerja pelatih dan tim pelatih, terutama dalam merespon tekanan
Apalagi dalam pertandingan melawan Irak, keputusan taktis dan adaptasi permainan dianggap belum optimal. Dengan demikian, perubahan arah bisa jadi sangat diperlukan.
Implikasi untuk Piala Dunia 2030
Karena kegagalan ke Piala Dunia 2026 menjadi sorotan, perencanaan untuk edisi 2030 harus dimulai dari sekarang. DPR menekankan bahwa persiapan tidak boleh setengah-setengah.
Selain itu, publik dan stakeholder sepakbola di Indonesia harus mendukung proses evaluasi ini agar tidak sekadar formalitas. Dengan dukungan penuh, harapannya adalah Timnas tampil lebih matang di masa depan.
Kesimpulan
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 bisa menjadi titik balik bagi sepakbola Indonesia jika ditangani dengan serius. Evaluasi komprehensif dan komitmen perubahan adalah kunci agar langkah ke depan lebih kuat.
Semoga kritik dan usulan dari DPR bisa menjadi pemicu positif bagi perubahan sistem yang selama ini stagnan — bukan sekadar wacana biasa.
