https://jakartainframe.com/ – Gubernur Pramono resmikan Gereja Katolik Paroki Lubang Buaya dalam sebuah acara peresmian yang berlangsung meriah sekaligus khidmat. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi umat Katolik di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, karena akhirnya memiliki tempat ibadah baru yang representatif dan modern.
Makna Penting Peresmian
Peresmian Gereja Katolik Paroki Lubang Buaya oleh Gubernur Pramono tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kebebasan beragama. Gereja ini dibangun dengan desain arsitektur yang memadukan modernitas dan nuansa spiritual, sehingga diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan rohani sekaligus tempat penguatan iman jemaat.
Kehadiran Tokoh Agama dan Masyarakat
Acara peresmian dihadiri para tokoh agama, pejabat pemerintah daerah, serta masyarakat lintas agama. Kehadiran mereka menjadi simbol kerukunan dan kebersamaan. Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa Gereja Katolik Paroki Lubang Buaya harus menjadi pusat persaudaraan dan persatuan, tidak hanya bagi jemaat Katolik, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Dukungan Pemerintah dan Fasilitas Gereja
Gubernur Pramono juga menyoroti pentingnya fasilitas pendukung dalam rumah ibadah. Gereja Katolik Paroki Lubang Buaya dilengkapi ruang pertemuan, area pendidikan agama, serta fasilitas sosial yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dengan begitu, gereja ini diharapkan berfungsi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan.

Pesan Toleransi dan Persatuan
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono menekankan bahwa perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang persatuan. Ia berharap kehadiran Gereja Katolik Paroki Lubang Buaya semakin memperkuat semangat toleransi di Jakarta. “Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Dengan saling menghargai, kita bisa membangun masyarakat yang damai dan sejahtera,” ujar Pramono.
