Masalah kemacetan Jakarta kembali menjadi sorotan. Aktor sekaligus politikus Rano Karno menilai bahwa persoalan macet di ibu kota tidak bisa diselesaikan secara instan. Menurutnya, butuh waktu panjang dan strategi menyeluruh, bahkan Jakarta bisa belajar dari pengalaman kota lain, seperti Bangkok di Thailand.
Kemacetan Jakarta Bukan Masalah Baru
Kemacetan di Jakarta sudah menjadi masalah klasik yang belum kunjung usai. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat tidak seimbang dengan kapasitas jalan. Selain itu, kepadatan penduduk yang tinggi membuat lalu lintas semakin padat dari hari ke hari.
Rano Karno menegaskan, kondisi ini tidak bisa diubah dalam waktu singkat. Butuh konsistensi kebijakan agar solusi yang diterapkan benar-benar terasa dampaknya.
Belajar dari Pengalaman Bangkok
Dalam keterangannya, Rano Karno mencontohkan Bangkok sebagai salah satu kota yang pernah menghadapi masalah serupa. Pada era 1990-an, Bangkok juga dikenal macet parah. Namun, dengan pembangunan sistem transportasi massal seperti MRT, BTS Skytrain, dan kebijakan transportasi publik yang konsisten, kota tersebut perlahan keluar dari masalah.
Menurut Rano, Jakarta bisa meniru langkah Bangkok, terutama dalam hal memperkuat infrastruktur transportasi publik.
Peran Transportasi Massal di Jakarta
Saat ini, Jakarta sudah memiliki sejumlah transportasi massal seperti MRT, LRT, TransJakarta, dan KRL. Namun, integrasi antarmoda masih perlu diperkuat agar masyarakat benar-benar beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Rano menilai, tanpa dukungan sistem transportasi publik yang efisien dan nyaman, upaya mengurangi macet akan sulit berhasil.
Perlu Konsistensi Kebijakan
Selain membangun infrastruktur, Rano Karno menekankan pentingnya konsistensi kebijakan. Menurutnya, masalah macet tidak bisa diatasi hanya dengan kebijakan jangka pendek. Dibutuhkan strategi berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dengan kata lain, perlu sinergi agar kebijakan yang dibuat tidak terputus di tengah jalan.
Harapan untuk Jakarta ke Depan
Rano Karno berharap Jakarta bisa belajar dari kota-kota besar dunia yang sukses mengurangi kemacetan. Dengan kerja keras, waktu, dan komitmen yang konsisten, ia yakin Jakarta bisa perlahan terbebas dari masalah yang sudah puluhan tahun menghantui warganya.
Kesimpulan
Menurut Rano Karno, mengatasi kemacetan Jakarta membutuhkan proses panjang. Contoh Bangkok menunjukkan bahwa masalah macet bisa diurai jika ada konsistensi dan pembangunan transportasi publik yang terintegrasi. Oleh karena itu, Jakarta perlu terus memperkuat sistem transportasi massal dan menjalankan kebijakan secara berkesinambungan.
